Rabu, 27 Februari 2013

Bandung Raya dan Klub di Dunia Yang Jatuh Bangun

Ada enam wajah baru di antara 20 tim yang akan berkompetisi di ISL. Selain dua tim promosi, yakni PS Barito dan Persita Tangerang, empat wajah baru lainnya adalah Semen Padang FC, Persijap Jepara, Arema
Cronus, dan Pelita Bandung Raya.
Dua klub yang disebut terakhir adalah klub baru hasil merger yang menenggelamkan nama Pelita Jaya dari sejarah persepakbolaan Indonesia.
Investor Pelita Jaya, Yakni Pelita Jaya Cronus sepakat menyatukan kekuatan dengan Arema Indonesia dan melepas saham Pelita Jaya ke tim asal Jabar, Bandung Raya. Kedua tim ini akan berlaga di ISL 2012-13.
Bandung Raya yang sempat bangkrut pada 1997, kini bangkit lagi dengan nama baru Pelita Bandung Raya. Nama ini, tentu nama baru, gabungan dari dua klub bersejarah di era Galatama.
Saat itu Pelita Jaya adalah klub yang disegani karena memiliki materi pemain tiada tandingannya di era 90-an. Pemain kelas dunia seperti Mario Kempes, Roger Milla, Jules Onana, and Maboang Kessack merumput bersama Pelita Jaya.
Namun dengan beralihnya saham Pelita Jaya ke Bandung Raya, maka otomatis nama besar ini pun terkubur diganti dengan nama Pelita Bandung Raya.
Fenomena jatuh bangun yang dialami Bandung Raya, sesungguhnya bisa terjadi di mana saja. Klub-klub besar di dunia pun sempat jatuh bangun dan berganti nama. Vakum bertahun-tahun dan bisa bangkit kembali berpentas di panggung utama lapangan hijau yang penuh sorotan kamera.
Inilah beberapa klub yang pernah tenggelam dalam sejarah lalu muncul kembali,
direvitalisasi oleh para pemilik atau penggemarnya.
1. New York Cosmos
Klub ini didirikan pada 4 Februari 1971 dan bangkrut pada 1985.
Berlaga di Liga Amerika Utara (NASL) hingga liga ini bubar pada 1985.
Hingga 1984, klub ini adalah klub paling kaya dan paling kompetitip.
Bahkan Cosmos disebut sebagai klub paling paling glamor di dunia sepak
bola karena berisi pemain bintang seperti Pele (Brasil), Giorgio Chinaglia (Italia), dan Franz Beckenbauer (Jerman).
Siapa tak kenal Pele, Pria yang membawa Brasil juara dunia tiga kali itu terlalu besar pengaruhnya kepada klub ini. Setelah Pele menyatakan pensiun, Cosmos seketika bangkrut, diikuti NASL sendiri pada 1984 karena tak ada televisi di Amerika yang menyiarkan sepak bola.
Sebelum era Major League Soccer (MLS) tak ada klub yang melebihi ambisi Cosmos di Amerika Utara. Meski telah bangkrut, nama Cosmos tetap harum dan masih membuat orang penasaran untuk membangkitkannya.
Kini setelah hampir tiga dekade, Cosmos dan NASL sendiri telah dibangkitkan kembali dari peristirahatannya. Pada 2010, Cosmos dihidupkan kembali untuk dipersiapkan berlaga di NASL baru yang akan mulai bergulir musim kompetisi 2013 tahun depan. Menurut mereka, tampil di NASL baru hanyalah jalan untuk mengembalikan kejayaan Cosmos di masa lalu. Mereka berambisi bisa tampilMLS sebagai kasta tertinggi sepak bola di Amerika Serikat dan Kanada saat ini. Tak tanggung-tanggung mereka sudah menggaet legenda Manchester United dan Timnas Prancis, untuk menjadi Direktur Teknis yang menyiapkan materi pemain.
2. West Ham United
Klub ini terkenal sebagai klub yang memiliki suporter paling fanatik di dunia. Tapi, sebetulnya tim yang berasal dari London itu sempat terpuruk, berganti nama dan di tahun ini mereka bangkit.
Didirikan pada 1895 sebagain The Thames Ironworks FC, tim ini berganti nama menjadi west Ham pada 1904. Sepanjang sejarahnya, West Ham belum sekalipun mencicipi gelar juara Liga Inggris. Namun klub ini sempat memiliki pemain legendaris seperti Bobby Moore, yang pernah menjadi Kepten Timnas Inggris.
Setelah bertahun-tahun berjuang di Divisi Championship, baru tahun ini West Ham berlaga di kasta tertinggil di Liga Inggris Liga Primer.
3. Leeds City
Masih dari Inggris. Leeds City tercatat sebagai sebuah klub yang pernah mengalami tiga kali jatuh bangun.
Didirikan pada 1904, Leeds kemudian bangkrut pada 1919. Lalu dihidupkan kembali pada 1924, tapi bangkrut pada 1927. Leeds kemudian baru bangkit kembali setelah tidur panjang pada 2005.
Kini klub yang berjuluk The Peacocks itu berlaga di liga regional West Yorkshire League Premier Division.
4. Parma
Profil klub asal Italia ini menyebutkan wahwa mereka pernah terlahir kembali sebanyak dua kali. Didirikan pada 1913 sebagai Verdi Football Club, diambil dari nama penyanyi opera Giuseppe Verdi yang termasyhur asal Parma. Klub berganti nama pada bulan Desember tahun yang sama.
Parma telah memainkan pertandingan kandang mereka di Stadio Ennio Tardini dengan kapasitas 27.906 kursi , sering disebut hanya sebagai Il Tardini, sejak 1923.
Meskipun Parma tidak pernah memenangkan gelar liga domestik dan tidak pernah bersaing untuk trofi besar sampai tahun 1990-an,klub ini memenangkan delapan piala ini antara tahun 1992 dan 2002, periode di mana ia juga dicapai menyelesaikan liga terbaik yang pernah mereka - sebagai runner-up di musim 1996-97 dan mengancam dominasi klub besar Italia: Juventus, Milan dan Internazionale.
Masa kejayaan yang dimulai 1989 itu runtuh pada 2004. Masalah keuangan Parma, membawa pada tahun 2003-an oleh skandal Parmalat yang menyebabkan perusahaan induk runtuh dan mengakibatkan operasi klub dalam administrasi terkendali sampai Januari 2007, harus berjuang untuk mencegah degradasi dan mengembangkan pemain muda, daripada membeli pemain dan bersaing untuk gelar.

Masih tentang Bandung Raya

Sejak ada pemberitaan tentang Pelita Jaya yang diakuisisi Bandung Raya, saya sempat berpikir, apakah benar? Lebih dari itu, apakah Pelita Jaya dan Bandung Raya disatukan ataukah Pelita Jaya dan Bandung Raya itu berdiri sendiri-sendiri.
Berdasarkan sejarah, nama “Pelita” tidak pernah hilang dalam nama-nama klub di Indonesia. Mari kita perhatikan: Pelita Jaya, Pelita Mastrans (pada awalnya ada yang menulis Mastrans Pelita Jaya seperti halnya Mastrans Bandung Raya), Pelita Jakarta, Pelita Bakrie, Pelita Solo, Pelita Krakatau Steel, Pelita Jaya Jawa Barat, dan kembali lagi ke Pelita Jaya. Di dalam rangkaian nama “Pelita” itu berganti-ganti pula homebase-nya, yaitu Jakarta, Solo, Cilegon, Purwakarta, Bandung, dan Karawang. Berdasarkan fakta itu, nama-nama yang dimunculkan (baca: dibaca di media) seperti “Pelita Bandung Raya” bisa dimungkinkan. Jadi, jika disatukan, Bandung Raya adalah Pelita Jaya dan bukan Pelita Jaya adalah Bandung Raya! (Terserah mau memakai nama apa nantinya). [Mungkin pendapat saya ini didukung pula oleh Pelita Jaya/Arema yang ternyata memakai nama “Arema” sehingga Pelita Bandung Raya vs Arema dan bukan Pelita (Bandung Raya) vs Pelita (Arema). Betul, tidak? Namun, itu terserah. Toh saya bukan pemilik klub-klub tersebut he he he.]
Bagaimana jika kedua klub tersebut berdiri sendiri? Ya, saya melihatnya seperti Sihar Sitorus yang memiliki beberapa klub. Selain itu, saya pun melihat dari kepemilikan. Sebutlah nanti Pelita Bandung Raya di LSI 2013 dan Bandung Raya di Divisi II LPIS 2013. Sebagai catatan, dalam Divisi III PSSI (baca: LPIS) 2012, Bandung Raya gagal lolos ke putaran final “3 Besar” setelah disisihkan Persiga Trenggalek yang akhirnya menjadi juara. Bandung Raya sendiri mendapat tiket promosi ke Divisi II PSSI 2013. Jadi, Bandung Raya masih tetap ada, bukan? [Namun, coba jawab deh pertanyaan saya: Bandung Raya dan UNI apa bedanya? Kan awal pendiriannya mereka merupakan nama yang sama?! Ya, hanya di blog ini yang membahas hal aneh seperti itu.]
Oh ya, mengapa saya membahas “Satu Bandung Raya” dan “Dua Bandung Raya” ini? Sebagai blog yang tertarik dengan “pemeliharaan” sejarah nama klub, saya melihatnya seperti itu. Sebagian di antara kita terjadi “kesalahpahaman” sejarah, bukan? Coba perhatikan, sebagian dari kita menganggap bahwa Pelita Krakatau Steel sama dengan Krakatau Steel (biasa ditulisnya PSKS. Kok Bandung Raya tidak ditulis PSBR ya he he he). Padahal kedua nama itu berbeda. Pada saat itu, Pelita Krakatau Steel di Divisi Utama dan Krakatau Steel di Divisi I. Mau yang lebih ruwet lagi (mestinya sih rileks saja ya). Coba selami masa lalu ketika Krakatau Steel mengikuti Galakarya dan Pelita Jaya (Galatama). Nah, dari catatan ini, “kepemilikan”, “penamaan”, dan “sejarah” merupakan sesuatu hal yang bisa jadi berbeda. Jaman memang telah “bergerak”.
Selain pembahasan nama klub, sebetulnya saya ingin menanggapi masyarakat Bandung khususnya yang bernostalgia pertandingan derby: Bandung Raya vs Persib. Dalam sejarah, pertandingan Bandung Raya vs Persib sudah berlangsung sebanyak 8 kali, dua kali di antaranya terjadi di era sebelum Liga Indonesia. Menurut pandangan saya, (Pelita) Bandung Raya sekarang belum tentu sehebat (Mastrans) Bandung Raya dahulu. Boleh jadi Bandung Raya mengalami kalah telak dari Persib seperti ketika turnamen HUT ke-56 Persib (1989). Ya, pada masa itu, Persib di Perserikatan dan Bandung Raya di Galatama bak langit dan bumi.
Namun, jika pertanyaan tersebut dikaitkan dengan Bandung Raya tadi, derby Persib melawan Bandung Raya yang mana? Mana yang sebenar-benarnya derby?
Kecuali jika Bandung Raya merekrut pelatih dan pemain yang benar-benar berkualitas seperti masa Liga Indonesia dahulu. (Itu pun belum jaminan prestasi). Persib juga begitu he he. Namun, siapa? Pada umumnya mereka sudah direkrut klub-klub lainnya. Pemain biasa-biasa saja asal pelatih bisa meraciknya? Boleh juga karena itu pun bukan jaminan untuk gagal. Bagaimana dengan para pemain bintang (yang diputus kontraknyaoleh klub lain) untuk tahun kedua? Bisa jadi. Itu pun jika Bandung Raya tidak mengalami degradasi ke Divisi Utama LI….
Ada juga hal menarik. Kok klub amatir bisa mengakuisisi klub profesional? Selama aturannya belum jelas (?), bagi saya hal itu bisa-bisa saja. Apalagi di Indonesia, tiada yang tidak mungkin. Semua bisa diatur. (Maaf, tentu dalam pandangan positif). Namun, terlepas dari itu, inilah yang beberapa waktu lalu saya ungkapkan sebagai salah satu kerancuan dalam sepak bola Indonesia. Dalam tulisan terdahulu, saya mengungkapkan: “Apakah klub yang degradasi ke Divisi I, status profesionalnya akan otomatis menjadi amatir dan sebaliknya, klub Divisi terbawah statusnya akan berubah secara otomatis dari amatir ke profesional”. Pernyataan itu tampaknya memperoleh perwujudannya dalam kasus Bandung Raya ini. Sejatinya pula, pernyataan itu bukan pernyataan saya, tetapi saya membacanya pula pada tulisan Pak Tendy K. Somantri (Pikiran Rakyat). Ya, saya mengapresiasi saja.

Pelita Bandung Raya Semakin Percaya Diri

Pelita Bandung Raya Semakin Percaya Diri
Pelatih PBR, Simon McMenemy © Huyogo Simbolon

Bola.net - Raihan tiga poin usai mengalahkan Persija Jakarta membuat Pelita Bandung Raya kian percaya diri dalam lanjutan Indonesia Super League 2013.

Pelatih PBR, Simon McMenemy mengaku hasil positif itu telah meningkatkan kepercayaan diri para pemainnya.

"Meski harus menunggu enam pertandingan untuk mendapat kemenangan pertama, namun hasil melawan Persija sangat strategis dan penting untuk meningkatkan percaya diri pemain," kata Simon McMenemmy kepada Antara.

"Tim sudah menunjukan kerja sama yang lebih baik, bisa bermain lebih sabar dan kian menunjukkan olah manajemen permainan yang lebih baik dan tenang saat kondisi kritis," kata Simon.

Namun kemenangan tersebut tak lantas membuat Simon McMenemy terlena. Menurutnya, Eka Ramdani dkk masih perlu membenahi beberapa lini yang ia nilai masih kurang maksimal.

"Koordinasi lini belakang perlu ditingkatkan lagi, konsentrasi perlu dimaksimalkan dan terus berkomunikasi. Mudah-mudahan trend positif berlanjut di tim ini," kata Simon.

Pelita Bandung Raya Beruntung Bisa Menang

Gol gelandang Pelita Bandung Raya, M. Arsyad di menit ke-88 menjadi penentu kemenangan 3-2 PBR atas Persija Jakarta, Selasa (5/2). Asisten Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, mengatakan PBR beruntung bisa memenangkan pertandingan tersebut. Persija kembali gagal meraih poin ketika dikalahkan Pelita Bandung Raya 3-2. Gol penentu kemenangan Pelita Bandung Raya dicetak oleh M. Arsyad di menit ke-88.

Asisten Pelatih Persija, Sudirman, mengatakan timnya kurang beruntung dalam pertandingan tersebut sehingga harus kehilangan poin. Sudirman juga mengatakan Pelita Bandung Raya lebih agresif di akhir babak kedua sehingga bisa mencetak gol kemenangan.

"Selamat bagi Pelita BR, mereka lebih beruntung. Agresivitas di akhir babak kedua membuat mereka menuai hasil kemenangan. Kami kecewa karena meraih hasil kurang memuaskan di dua partai tandang," kata Sudirman dilansir dari situs resmi Liga Indonesia.

Kekalahan ini membuat Persija harus berada di posisi ke-14 klasemen ISL sementara dengan empat poin. Sedangkan PBR naik ke posisi 10 dengan raihan enam poin.

Rekor Nike Ardilla

  1. 17 Tahun kematiannya masih diperingati dan belum ada artis yang meninggal di Indonesia mempunyai pencapaian seperti ini.[12][13]
  2. Setiap Hari Kelahirannya selalu diperingati sama seperti peringatan Hari Kartini.[14][15]
  3. Nike Ardilla merupakan tokoh satu-satunya Lintas profesi yang setelah hampir puluhan tahun meninggalnya menjadi Cover tabloid dan atau Majalah berkali-kali, di Indonesia. Terakhir menjadi Cover Tabloid Genie 2 kali berturut-turut di Genie Edisi 36 & 38 Tahun VI bulan Maret 2010.[16][17]
  4. Artis penyanyi termuda di usia 14 tahun 3 bulan 4 hari dengan penjualan 1 album mencapai 2 juta units, Bintang Kehidupan 1990.[18]
  5. Tokoh Selebrtiti satu satunya yang masih menjadi headline berita di semua media massa.[19][20][21]
  6. Kematian Nike Ardilla adalah berita paling heboh dan paling menggemparkan dalam sejarah pertelevisian Indonesia, berita kematianya di tayangkan selama 3 bulan berturut-turut, bahkan berita kematian Putri Diana pada tahun 1997 di Indonesia-pun tak dapat menyainginya.
  7. Dikutip dari buku "100 Perempuan Paling Berpengaruh Di Indonesia, Nike Ardilla menduduki peringkat 4 dari 100 perempuan tersebut. Dia berpengaruh karena: kegiatan amal yang ia lakukan di seluruh penjuru Indonesia, nyaris semua remaja perempuan meniru dia, mulai dari gaya rambut hingga cara berpakaiannya. Nike Ardilla adalah icon dari aliran musik slow rock, buktinya setelah kematian Nike Ardilla pada tahun 1995 akibat kecelakaan musik slow rock tak lagi berjaya.
  8. Nike Ardilla secara anumerta, bersama delapan tokoh musik lainnya mendapatkan penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia dari PAPPRI, kesembilan tokoh musik tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Gombloh
    2. Nike Ardilla
    3. Titiek Puspa
    4. Anggun
    5. Iwan Fals
    6. Ebiet G Ade
    7. Titiek Sandhora
    8. Deddy Dores
    9. Broery Marantika

Album dan singles

Album yang telah beredar

Album kompilasi

Singles soundtrack

  • Ost Nuansa Gadis Suci 1992
  • Ost Nakalnya Anak Muda 1992
  • Ost Aksara Bisu 1992
  • Ost Lupus 1992
  • Ost Deru Debu 1994

Filmografi

Sinetron

Penghargaan Nike ardila

  • Penghargaan nternasional [10]
  1. GOLD Prize Asian Song Festival 1991,
  2. Best Indonesian Selling Album in Malaysia Anugerah Musik 1994, Duri Terlindung Album
  3. 2nd Runner Up Best Performer – ABU Golden Kite World Song Festival Kuala Lumpur Malaysia 1994
  4. Nike Ardilla Stamp had been released in Russia (Abkasia and Tauva Region), 1996.
  5. Golden Prize Malaysia Music Awards for 10 Tahun Koleksi terunggul Album, 2005.
  • Penghargaan nasional
  1. 1st Champion "Lagu Pilihanku", TVRI Jakarta, 1980.
  2. 1st Champion Pop Singing HAPMI, 1985 Bandung.
  3. 3rd winner "TERUNA Festival Indonesia", 1986.
  4. 1st Champion " 3 Genre Singing Festival West Java", 1987.
  5. Multi-platinum Awards for Seberkas Sinar Album, 1989.
  6. Best Selling Album, BASF Awards 1990, For Bintang Kehidupan Album.
  7. The Best Performer – Indonesian Popular Song Festival 1990.
  8. Best Selling Album, BASF Awards 1991, For Nyalakan Api Album.
  9. Multi-platinum Awards for Matahariku Album, 1992.
  10. Best Selling Album, BASF Awards, for Biarlah Aku Mengalah Album, 1993.
  11. Multi-platinum Awards for The Best Of (Tinggalah Aku Sendiri) Album, 1993.
  12. Best Selling Album, HDX Awards, for Biarkan Cintamu Berlalu Album, 1994.
  13. Best Selling Album, HDX Awards, for Sandiwara Cinta Album, 1995.
  14. Biggest Omzet Album, HDX Awards, for Sandiwara Cinta Album, 1995.
  15. Best Selling Album, HDX Awards, for Suara Hatiku Album, 1996.
  16. Music Mingguan Awards ANTeve, Best Selling Album for Suara Hatiku Album, 1996.
  17. Best Selling Album, HDX Awards, for The Best (Deru Debu) Album, 1996.
  18. Triple Platinum Album, BASF Awards, for Mama Aku Ingin Pulang Album, 1996.
  19. Multi-platinum Awards for The Best of Panggung Sandiwara Album, 1997.
  20. Multi-platinum Awards for The Best of Cinta Di antara Kita Album, 1997.
  21. Multi-platinum Awards for The Best of Ingin Ku Lupakan Album, 1998.
  22. Multi-platinum Awards for The Best of Belenggu Cinta Album,1999.
  23. Multi-Platinum Awards for The Best of Volume II Album, 2000.
  24. Multi-Platinum Awards for The Best Beat Album, 2002.
  25. Multi-platinum Awards for Best of The Best Album,2004.
  26. Multi-platinum Awards for Golden Memories Album, 2005.
  27. Multi-platinum Awards for 11 tahun Nike Ardilla Album, 2006.
  28. Multi-platinum Awards for Lagu Pilihan Fans Album, 2007.
  29. Multi-platinum Awards for The Best Of Tinggalah Ku Sendiri CDAlbum, 2008.
  30. Multi-platinum Awards for Number One RBT Album, 2009.
  31. Triple Platinum Awards for Koleksi Lengkap Album, 2010. In 2 days album sold 500.000 copies.
  • Video Music Awards
  1. Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Month Tinggallah Aku Sendiri, 1993.
  2. Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Month Biarkan Cintamu Berlalu, 1994.
  3. Video Musik Indonesia, Video Favorite of The Year, Director Ria Irawan, BIarkan Cintamu Berlalu, 1994.
  4. Best Female Video, MTV Viewer Choice Indonesia, 1997.
  • Television Awards
  1. Dunia Bintang SCTV Awards 1995, Favorite Viewer Artis.
  2. Dunia Bintang SCTV Awards 1995, Favorite Journalist Artis.
  3. Silet Infotainment Highest 2nd Rating " Nike Ardilla Episode", 2003
  4. SCTV Programme Eko Patrio Show, BEST Legend, mengalahkan Titiek Puspa and Benyamin S, Viewers Choice, 2005
  • Modeling, Magazine, Tabloid, and Newspaper
  1. Cover SAHABAT PENA Magazine, 1986.
  2. 3rd Winner LA Clerk Model Contest, 1989.
  3. GADIS SAMPUL Favorit, 1990.
  4. Best Performer on TV – from Monitor Magazine 1990
  5. Best actress, readers choice Tabloid Citra 30th TVRI Anniv.1992. (LTB)
  6. Most Wanted Actress, readers choice Tabloid Nyata (Jawa Pos), 1993.
  7. Most Popular Artis, Popular Magazine, 1994.
  8. URTV Magazine favorite Cover, 1994.
  9. Indonesian Most Dedicated and Creative Singer – 1994
  10. Indonesian Best Female Singer – from CITRA Magazine 1995
  11. Nike Ardilla Stamp and Post Card edition, Tribute, from PT.POS Indonesia,1996.
  12. Best Selling Cover Tabloid Nova for Nike Ardilla Cover Headline, sold 850.000 eksemplar, 2007.
  13. Musisi Paling Fenomenal Versi Tabloid Bintang Indonesia, 2008.[11]

Pengaruh

Tak lama setelah kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Week menafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir "In Dead She Soared" atau "Dalam Kematian Dia Bersinar". Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.
Di Sulawesi Barat terdapat sebuah rumah makan dengan nama Rumah Makan Nike Ardila yang berlokasi di Wonomulyo, Polewali Mandar. Setiap harinya, rumah makan tersebut memutarkan lagu-lagu Nike

Pasca kematian Nike Ardila

George Quinn, Dekan dari Fakultas Studi Asia di Universitas Nasional Australia melakukan penelitian tentang kebiasaan orang Jawa yang melakukan ziarah. Dan penghormatan biasanya dilakukan masyarakat Jawa kepada para orang suci Muslim seperti Wali Songo. Dan melihat penghormatan dan banyak bukti-bukti, hanya Nike Ardilla tokoh yang lahir di kebudayaan pop yang memiliki atau mempunyai penghormatan setara dengan para Wali Songo tersebut yang lahir di kebudayaan Gamelan. Setiap tahun bahkan sampai 15 tahun wafatnya Nike Ardilla, ribuan orang telah melakukan ziarah baik itu sehari-hari atau setiap tanggal kematiannya dan tanggal kelahirannya Nike Ardilla. Maka dengan hal tersebut dapatlah di sebutkan kalau hanya Nike Ardilla yang menjadi bukti kegemilangan budaya pop. Di mana semenjak awal kariernya, berbagai poster Nike menghiasi ruang publik, baik itu kafe, bus, tv, sekolah, dan sebagainya. Bahkan setelah kematiannya pun nama Nike Ardilla masih mengisi ruang-ruang publik. Buktinya, tempat-tempat suci didirikan seolah-olah mentasbihkan kalau Nike Ardilla adalah pahlawan dan tokoh baru di zaman ini, Nike Ardilla resto and Gallery dibangun untuk mengenangnya di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Bagaikan museum, makamnya selalu ramai dikunjungi semua kalangan. Tidak salah kalau George Quinn mentasbihkan Nike Ardilla setara dengan Para wali. 15 tahun kematiannya masih mampu mengisi ruang-ruang publik hingga saat ini

Kematian Nike Ardila

Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal. Mobil Honda Civic berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan RE. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang di antaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.
Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata, dan Nike menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Dominasi Nike ardila di dunia hiburan Indonesia

Semenjak album perdana di rilis di penghujung 1989, nama Nike Ardilla masuk kejajaran artis papan atas dan diperhitungkan. Deni Sabri Management memang mempersiapkan Nike Ardilla untuk menjadi artis multi talenta, awal pembentukan Nike Ardilla menjadi artis memang disiapkan untuk menggantikan Cut Irna yang terkenal sebagai model, Meriam Bellina bintang film papan atas, dan diva rock '80-an Nicky Astria. Jadi menurut Deni, Nike adalah perpaduan dari Nicky Astria, Meriam Bellina, dan Cut Irna. Bahkan sebelum album perdana sukses di pasaran, Nike sudah dilibatkan dalam produksi beberapa film box office di jamannya dan kegiatan yang berhubungan dengan modeling dan show di daerah-daerah dari Aceh sampai Papua.[5] 1990 adalah awal dominasi Nike Ardilla di dunia hiburan sehubungan dengan suksesnya secara komersil album Bintang Kehidupan, yang terjual 2.000.000 unit.[rujukan?] Dilanjutkan dengan terpilihnya Nike Ardilla sabagai GADIS Sampul Favorit di ajang model yang sangat bergengsi. Jadwal konsernya setiap tahun penuh, tampil di acara-acara selebriti dan ajang penghargaan, membintangi beberapa film box office, bintang iklan,[6] tampil di sampul majalah, dan sebagainya. Bahkan ketika artis film banyak yang terjun ke dunia sinetron, nama Nike Ardilla masih menjadi jaminan rating tinggi untuk sinetron yang banyak ditonton pemirsa.[rujukan?] Mungkin karier Nike Ardilla secara harfiah terbilang singkat (1989-1995), hanya 6 tahun. Tapi dalam waktu singkat tersebut kariernya begitu cemerlang. Tidak hanya di bidang musik saja di mana konser dan album Nike laris manis, industri film tanah air pun tidak mau ketinggalan menggunakan Nike Ardilla sebagai pemeran utama di film-filmnya. Puluhan film box office dihasilkan Nike, bahkan film daerah paling laris, Kabayan, yang di bintangi Paramitha Rusady sebagai tokoh wanita utamanya, digantikan oleh Nike Ardilla. Nike juga sempat tampil di salah satu sinetron dengan rating tinggi arahan sutradara Putu Wijaya yang berjudul None, juga bersama Paramitha Rusady. Puluhan iklan pun telah dihasilkan Nike Ardilla.[rujukan?]
Dominasi Nike bukan hanya dalam ranah persaingan di musik, film, dan model saja. Tapi Nike Ardilla merupakan artis yang juga sering tampil di majalah/tabloid/koran gosip saat itu. Mungkin nama Nike tetap menjadi jaminan berita laku saat itu. Apa yang Nike dan tidak Nike lakukan selalu diberitakan, dari gosip bohong soal narkoba sampai lesbian menjadi headline. Tapi tidak seputar itu saja, prestasinya pun tetap menjadi bahan pembicaraan media-media saat itu

Awal karier Nike Ardilla

Nike Ardilla adalah gadis kelahiran Bandung tanggal 27 Desember 1975 dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Sejak kecil sudah mengawali karier dengan mengikuti berbagai festival menyanyi di Bandung, sampai kemudian bakatnya ditemukan oleh produser musik Deddy Dores. Karier musiknya di dunia hiburan pun dimulai. Tahun 1987, Ibunya memboyong Nike Ardilla ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di sana ia bertemu dengan Deni Kantong, guru menyanyinya, dan Deni Sabrie yang kemudian menjadi manajernya. Deni Kantong dan Sabrie memperkenalkannya pada Deddy Dores. Deddy membuatkan beberapa lagu untuk album pertama Nike yang bertajuk Seberkas Sinar yang terjual lebih dari 500.000 ribu kopi.[3] Sebelumnya Deddy Dores juga sempat menyatukan Nike dengan dua anak didik Deddy dan Deni bernama Deni Angels bersama Cut Irna dan Lady Avisha. Tahun berikutnya Nike merilis album keduanya yang bertajuk Bintang Kehidupan yang mendapatkan sambutan luar biasa, dan terjual dengan angka yang fantastis, yaitu 2 juta unit Selanjutnya Nike merilis album-album yang menjadi best seller. Karier Nike Ardilla dalam dunia seni peran juga berjalan mulus. Nike bermain film Kasmaran yang dibintangi juga oleh Ida Iasya dan Slamet Rahardjo, 1987. Dan juga menjadi pemeran utama di Film Ricky Nakalnya Anak Muda bersama almarhum Ryan Hidayat pada tahun 1990 dan terus melahirkan film-film box office sepanjang periode akhir 80-an dan awal 90-an. Nike Ardilla juga sukses dalam beberapa sinetron. Selain sebagai penyanyi dan bintang film, Nike Ardilla juga mengawali kariernya sebagai seorang model. Terbukti dengan menjadi pemenang Favorit pada ajang GADIS Sampul 1990.

Nike Ardilla tentang kasusnya

Kasus penganiayaan yang dituduhkan kepada almarhumah Nike Ardilla itu,sebenarnya muncul menurut Nike (ketika ia masih hidup) sudah selesai. Ia kaget ketika tiba-tiba koran-koran di Bandung dan Jakarta memuat berita bahwa berkas perkara itu katanya sudah dilimpahkan dari Polda Jawa Barat ke Kejaksaan Negeri Bandung,tutur Nike kepada Tabloid Nova tanggal 28/11/1994 beberapa tahun yang lalu
�Saya kaget sekali sewaktu diberitahu kakak saya.Begitu pula waktu saya membaca berita di koran Jakarta,� tutur Nike. Dikatakan Nike,ia sendiri sudah nyaris melupakan kejadian itu.�Peristiwanya kan sudah lama terjadi,dan waktu itu juga masalahnya sudah selesai kok,� cetusnya setengah tak percaya.
Kendati demikian, penyanyi dan bintang sinetron terkenal ini tak keberatan menceritakan kembali peristiwa itu. �Kejadian memang betul bulan April tahun 1994 yang lalu,ketika saya sedang jalan-jalan ke Singapura,�katanya. Saat itulah lanjut Nike,�Saya dengar kabar dari kawan-kawan saya,kartu ATM saya diambil Dewi.� Dewi ini menurut Nike adalah kawan dekatnya. �Kampusnya dekat rumah saya di Bandung.Jadi,ia sering mampir ke rumah.� Setelah itu Nike dapat kabar lagi kartunya sudah diambil balik sama Atun yang juga teman baik Nike.�Si Atun mengambilnya dari dompet Dewi,waktu dewi sedang mandi,�tuturnya.
Begitu Nike pulang ke Bandung dia pun menanyakan kebenaran cerita itu kepada Dewi,yang kebetulan sedang main ke rumah Nike. �Tapi dia nggak ngaku,padahal menurut Atun,kartu itu diambil dari dompetnya Dewi.Sebenarnya,saya sendiri juga nggak tahu,apa maksud Dewi mengambil kartu itu.Toh dia pun nggak bisa menggunakannya,� ujar Nike yang mengaku tak begitu mempermasalahkannya lagi
Saling tampar
Soal kartu masih belum kelar.Karena ternyata ada satu lagi kawan Nike,namanya Cika,yang kabarnya merasa kartunya diambil Dewi.Kebetulan berbarengan dengan kepulangan Nike.Cika meneleponnya.
�Dia bertanya apakah Dewi ada di rumah saya.Kayaknya sih Cika lagi kesal sama Dewi,dan ngomel nggak karuan.Jadi,saya suruh aja dia ngomong sendiri sama Dewi.� Tak lama kemudian,Dewi ditemani Atun dan Nike pergi ke rumah Cika.Dari situ,mereka bersama ke rumah Ria,yang juga teman Nike. Ternyata,di rumah Ria ini,Cika dan Dewi malah ribut. �Entah apa masalahnya,saya nggak tahu persis,� kata Nike.Mungkin,dugaannya,�termasuk juga soal kartu Cika yang diambil Dewi.�
Semula,Nike mengaku tak begitu ambil pusing. �Tapi lama-lama saya kok juga disangkut-sangkutin dalam pertengkaran itu.Dari situlah,saya jadi yakin,dibelakang saya Dewi sering menjelek-jelekkan nama saya,�papar Nike.
Diakui sebelumnya ia memang sudah sering mendengar omongan,Dewi sering menjelekan dirinya.Keributan Dewi-Cika,kata Nike ternyata makin seru.saking ramainya,�mereka berdua sampai saling tampar.� Melihat itu,Nike ikut kesal.Begitu emosinya,Nike spontan menegur Dewi,�Kamu ini gimana sih?Mau nggak kamu saya gampar?� Tak diduga-duga lanjut Nike,�Dewi langsung menjawab,digampar saja!� Makin panaslah Nike,tanpa sadar tangannya melayang ke pipi Dewi.�Tapi itu nggak keras.Namanya juga sama teman.Nggak ada bekasnya,kok.Lagi pula,saya kan sudah minta izin,kenapa dia ngasih?�
Pengaduan sudah dicabut
Sepulang dari rumah ria,Nike menganggapnya sudah kelar.Menurutnya semua itu hanya ribut-ribut anatara teman sepermainan. �Eh,tahu-tahu saya dipanggil polisi.Disana,saya pun terangin kejadian sebenarnya.Polisi malah Cuma tertawa,� tutur Nike.
Sepulang dari polisi,Nike pun menemui Dewi.�Saya tanya,kenapa bisa begitu? Ternyata kata Dewi,pengaduannya sudah dicabut.Yah sudah,kami pun baikan lagi.Malah,setelah itu,kami sudah jalan bareng lagi.Kami pun menganggap masalahnya sudah selesai.�
Karena itulah,lanjut Nike�.Nike kaget bukan kepalang ketika mengetahui kasus itu masih terus berlanjut.�Rencananya sih,saya mau pulang ke bandung untuk mencari tahu,apa yang sebenarnya terjadi.Lagi pula,yang ribut pertama,kan bukan saya,tapi si Dewi dan Cika.Kok malah saya yang kena?Yah mungkin karena saya artis,jadi masalahnya kelihatan besar.�
Ketika ditanya bagaimana seandainya kasus ini berlanjut sampai ke pengadilan.Nike mengatakan,belum berfikir sejauh itu.� Nggak kebayang,saya musti berbuat apa.Tapi saya yakin kok,saya sama sekali nggak bersalah.Bukankah saya sudah minta izin sebelumnya?�tandas Nike sekali lagi
.
Kematian
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal. Mobil Honda Civic berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan RE. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya.
Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus.
Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.
Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata, dan Nike menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Yg pasti, almarhumah jelas tidak mabuk karena kalau kita menyetir nonstop dari Jakarta menuju Bandung lewat Bogor – Puncak – Cianjur (belum ada jln Tol Cipularang) dan lelah karena pulang kerja, ditambah di Bandung harus menemui teman2, maka kelelahan akan menimpa siapa saja meski seorg laki2, apalagi seorg perempuan. Semoga amal ibadah almarhumah Nike Ardilla diterima ALLAH SWT dan segala kesalahannya diampuni ALLAH SWT, amien.
Kalau versi desas-desus,tak pelak lagi mulut-mulut usil pun segera melayangkan tudingan adanya keterlibatan Cucu Soeharto.Cuma karena waktu itu Soeharto sangat kuat,maka pers pun tidak berani berspekulasi. Anehnya sejumlah artis yang pernah menggunjingkannya pun ,semuanya ikut tutup mulut. Lalu apa tanggapan Ibunda Nike ketika Enno Sigit sering disebut-sebut sebagai faktor penyebab kematian Nike? �Iya banyak yang bilang begitu,tapi itu mungkin sudah taqdir saja.Sudah takdir Nike begini.Mungkin Ibu terlalu sayang sama dia ya.Mungkin sama Tuhan diambil dari saya.Sekarang mau gimana,sudah takdir kan?� ujarnya dengan nada rendah dan menangis sesenggukan

NIKE TEWAS SETELAH dituduh REBUT PACAR ENNO SIGIT ??

 Cucu Soeharto,Enno Sigit,pernah memergoki kekasihnya,Tommy Nasution berkencan dengan Nike Ardilla.Esoknya beredar kisah kalau Enno menodongkan pistol ke muka Nike Ardilla.Tetapi sepekan kemudian,anehnya,ketika ia diberitahu kalau Nike Ardilla ditemukan tewas kecelakaan,Enno yang kemudian bermukim di London itu menjawab pendek : �Tapi bukan aku lho,� Lalu siapa?
Pergunjingan cucu Soeharto bernama Enno Sigit terlibat dibalik kematin Nike Ardilla beredar lagi dibalik haul 5 tahun kematian pelantun Seberkas Sinar di Bandung pekan silam.
Ini karena kematian Nike pada 19 Maret 1995 hingga sekarang tergolong misterius.Inilah yang memicu kasak-kusuk.Bahwa dibalik kematian Nike Ardilla,sebenarnya tersimpan �skandal cinta segitiga� yang sungguh mengerikan antara Nike Ardilla-Enno Sigit dengan seorang perwira muda. Ditenggarai persoalan skandal inilah yang menjadi penyebab kematian Nike.Bagaimana kisah skandal itu?
Begini.Sebelum Nike Ardilla tewas,ia ternyata terlibat skandal asmara dengan pacar Enno Sigit.Namanya Tommy Nasution,perwira AU yang juga putra mantan Gubernur Sumatra Utara Khairudin Nasution. Ramon Tommy Benz sahabat dekat Enno menuturkan,jalinan asmara Enno dengan Tommy berjalan sekitar 6 tahun.Karena itu,terlalu berani sebenarnya bila Nike Ardilla merebut Tommy Nasution dari Enno. Namun,nah sial banget Nike Ardilla. �Waktu itu saya dan Enno datang dan lihat sendiri kemesraan Nike dengan Tommy,Enno memang tidak marah,tetapi dari raut mukanya jelas ia tidak suka,� kata Ramon. Maka,biarpun tak bergejolak,sebenarnya persaingan Enno dan Nike Ardilla dalam memperebutkan Tommy Nasution seperti api dalam sekam.Akhirnya kemarahan Enno semakin sulit dibendung ketika ia mendengar kalau Nike nekat memamerkan Tommy ke kalangan selebriti di Jakarta. Sebagai cucu (waktu itu) Presiden Soeharto-yang waktu itu masih sangat kuat- adalah aib kalau dipermalukan,apalagi Cuma urusan cowok.Anehnya,Nike Ardilla terkesan sengaja melecehkan Enno.Akibatnya pergunjingan cinta segitiga Enno-Nike-Tommy pun menjadi pembicaraan kalangan selebriti Jakarta.
Maka,entah benar atau tidak,segera terdengar desas-desus kalau Enno Sgit habis �mempermak� Nike Ardilla.Tepatnya terjadi di M Club Diskotek,Blok M Jakarta Selatan.Digambarkan Enno menodongkan pistol ke muka Nike Ardilla.Kontan sang artis rebah.Pingsan.
Ribut-ribut di M Club itu pun tak pelak lagi jadi pergunjingan dan perdebatan mengenai benar tidaknya.
Enno Hijrah Ke London
Boleh jadi Nike Ardilla ataupun Enno Sigit sudah melupakan pertikaian itu.Ini karena Enno harus hijrah ke London untuk belajar mode.Namun di sinilah anehnya.Saat Enno di London diberi tahu kalau Nike Ardilla diketemukan tewas menggenaskan di Bandung,serta merta Enno menjawab cukup aneh : �Tapi bukan saya lho,� Lalu siapa?
Album ini diproduksi oleh Bintang Dirgahayu dan diedarkan oleh Oxavia Record pada bulan Desember 1992 dalam rangka mengumpulkan dana bagi koban bencana alam Gempa Bumi Flores yang terjadi pada Bulan Desember 1992. Dalam album ini Nike membawakan 1 lagu yaitu lagu : Nuansa Gadis Suci yang merupakan soundtrack film dengan judul yang sama. Dengan memiliki album ini, berarti telah menyumbang dan hasil dari seluruh penjualan kaset ini akan disumbangkan guna meringankan beban bencana alam flores melalui PMI DKI.
.
Kemudaan usia, sama sekali tidak mengharamkan kematian yang tak terduga !!!
Hari itu 19 Maret 1995 sekitar pukul. 06.00 WIB, pesawat telepon dikediaman pasangan R. Eddy Kusnaedi Nining Ningsihrat berdering. Di ujung sana, seseorang yang mengaku petugas polisi memberi sebuah kabar. Anak ibu, Nike Ardilla, mengalami kecelakaan. Sekarang, ia berada di Rumah Sakit, kata si polisi
.
Kalau punya persoalan apa pun,dia lebih senang mencurahkannya di buku harian.Mungkin,karena dia tidak ingin kami ikut susah. Atas dasar itu pula,keluarga Nike merasa kecewa,karena masih ada saja media massa yang mengorek-ngorek keburukan Nike
Pada tanggal 19 maret 1995 kurang lebih pukul 06.15 pagi nike ardilla tewas dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda genio berwarna biru metalik, nomor D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan Jl. E. Martadinata nike tewas seketika tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan nike belum meninggal saat kejadian, baru saat dalam perjalanan ke rumah sakit nike meninggal, nike mengalami luka parah di kepala dan dadanya. nike yang saat itu bersama sahabatnya sofiatun baru saja kembali dari diskotik polo, isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu sofiatun mengatakan nike hanya meminum orange jus, hasil visum polisi menyebutkan tak menemukan kadar alkohol dalam tubuh nike.
Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian nike ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan waktu kejadian pukul 06.15 pagi.Nike ardilla dimakamkan sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemar dari seluruh indonesia , juga para artis ibu kota. Kematiannya menghebohkan dunia entertainment indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman nike ardilla
Kata polisi, Nike ada di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Saya bilang, saya barusan dari sana, tapi nggak ada. Akhirnya dengan berat hati ia mengatakan bahwa Nike sudah meninggal. Karena itu ia tidak dibawa ke UGD. Mendengar itu saya langsung lemas, papar Alan dengan mata berkaca-kaca.
Keluar dari Polres, Alan bertemu dengan ayahnya dan kakaknya. Ia dan papi-nya lalu menuju RS Hasan Sadikin. Sampai di kamar mayat, mereka terkejut dengan banyaknya orang yang mengerubungi kamar mayat. Nining yang semula pingsan, lalu tersadar ketika berada di rumah sakit. Di hadapan saya ia terbaring dengan kepala penuh luka dan dada memar, kenang Nining lirih.
Kabar kematian Nike kemudian meluas. Banyak fans yang menyampaikan rasa duka dengan datang langsung ke rumah Nike. Ketika jenazah Nike dibawa pulang, sepanjang jalan ke rumah saya melihat banyak orang, mereka seperti berbaris, kenang Alan lagi. Rumah keluarga Nike juga dipadati penggemar. Bayangkan, rumah yang sebegitu kecil dihuni sekitar 200-orang. Mereka bukan keluarga. Mereka itu penggemarnya Nike. Akibatnya rumah jadi sesak, lontarnya lagi.
Soal kabar kecelakaan yang menimpa Nike lantaran menyetir dalam kondisi mabuk, Alan tak mempermasalahkan itu. Bagaimana orang tidak berpersepsi negatif? Sebelum kecelakaan itu terjadi Nike bolak balik masuk diskotek, ujar Alan. Makanya untuk menepis dugaan itu, keluarga melakukan otopsi. Hasilnya, Nike tak terbukti dalam pengaruh obat- obatan atau minuman keras.
Bak kata pepatah, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup. Dia mulai diterpa banyak gosip. Ada kabar yang mengatakan Nike pencandualkohol, obat terlarang, dan lesbianisme. Menghadapi gosip itu, cewek yang sampai akhir hayatnya tak bisa mengabulkan cita-cita mendirikan madrasah dan menunaikan ibadah umrah ini, tetap tegar
.
Sepeninggal Nike Ardilla tanggal 19 Maret 1995 yang lalu, disamping pemberitaan yang terbit di berbagai media masa seputar kecelakaan yang merenggut nyawa artis kenamaan tersebut, ada sedikitnya 4 buku yang beredar di pasaran buku Indonesia yang mengulas mengenai Nike Ardilla secara detail, mulai dari cerita masa kecil, perjalanan karir, peristiwa kecelakaan, peristiwa setelah Nike dimakamkan, sampai mengenai NAFC (Nike Ardilla Fans Club).
4 Buku tersebut adalah : Nike Ardilla Sang Idola (Masheri Mansyur, Penerbit : YPN, 1995), Perjalanan Karier dan Rahasia Sukses Nike Ardilla (Armo Arief, Penerbit: PT. Grafitri & Yayasan Nike Ardilla, Desember 1995), Napak Jejak Sang Mega Bintang Nike Ardilla (Armo Arief, Penerbit: PT. Dharma Kwarta Jayadani, Desember 1996), dan Nike Ardilla (di Balik Tragedi Bintang Kehidupan) penyusun; Soekitjo JG & Abdullah Lahay, 1996.
Inilah resensi mengenai ke-4 buku tersebut.
1. Nike Ardilla Sang Idola (Masheri Mansyur, Penerbit : YPN, 1995)
Buku berukuran 14 X 21 cm ini bercover warna hitam dengan 5 foto Nike menghiasi sampul depan dan foto si penulis yang berpose bersama A. Riyanto dan Rinto Harahap di cover belakangnya.
Buku dengan tebal 250 halaman ini mengulas Masa Kecil, Karir dan Akhir Kehidupan Nike Ardilla, Nike dan kenang – kenangan manis, Perhatian luar biasa terhadap SLB Yayasan Wawasan Nusantara, dan meliput 40 hari wafatnya Nike Ardilla
Penulis menceritakan masa kecil Nike yang digambarkan sebagai seorang bocah yang kecil, gemuk dan montok sampai kemudian menjelma menjadi seorang superstar dengan karir yang melejit bak meteor. Lika liku karier Nike pun dibahas disini meskipun tidak secara mendetail.
Yang menjadi nilai plus buku ini adalah menceritakan musibah kecelakaan secara sangat mendetail yang dirangkum dari berbagai sumber. Bahkan detik-detik saat terjadinya kecelakaan dijelaskan secara kronologis dari jam ke jam. Penggambaran ini diperkuat dengan penjelasan dari Kapolresta Bandung Tengah, kesaksian Atun, keterangan dari beberapa saksi mata, bahkan pernyataan Kapolresta Bandung Tengah bahwa Nike Ardilla mengalami kecelakaan tunggal.
Buku ini juga mengulas pidato Mensegneg Moerdiono pada saat perayaan HUT ASIRI (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia) ke � 17 yang diselenggarakan di Hotel Grand Hyatt Indonesia pada tanggal 28 Maret 1995.
Diakhir buku, ditulis juga beberapa syair lagu Nike yang sangat popular seperti Sebekas Sinar, Sandiwara Cinta, Bintang Kehidupan, Biarlah Aku Mengalah, Mama Aku Ingin Pulang, Matahariku dan Nyalakan Api. Yang lebih unik lagi di bab akhir dimuat beberapa makanan kesukaan Nike Ardilla lengkap dengan resep dan cara membuatnya. Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi foto-foto Nike semasa hidupnya dan foto-foto saat penguburan Nike serta peringatan 40 hari wafatnya Nike.
2. Perjalanan Karier dan Rahasia Sukses Nike Ardilla (Armo Arief, Penerbit: PT. Grafitri & Yayasan Nike Ardilla, Desember 1995)
Buku setebal 80 halaman ini memiliki cover yang bila dilihat sekilas seperti cover buku TTS (Teka Teki Silang). Meskipun demikian buku ini sangat gamblang menceritakan perjalanan karir Nike Ardilla di blantika musik Indonesia dan mancanegara (Malaysia, Singapura dan Bangkok).
Dengan kelebihannya sebagai seseorang yang sering terlibat dalam kegiatan Nike Ardilla dari tahun 1985 sampai 1990, penulis mencoba menceritakan perjalanan karir Nike dari nol sampai menjadi artis yang sukses yang didiolakan oleh berjuta penggemarnya.
Kisah perjuangan Nike, keluarga Nike dan para pemandu bakat yang ada dibelakang Nike untuk mengorbitkan Nike sangat luar biasa. Demikian juga dengan kegiatan-kegiatan Nike yang jarang diliput media masa seperti mengunjungi beberapa pondok pesantren diceritakan pula disini.
Penulis juga menceritakan proses rekaman dan tour show Nike di beberapa daerah di Indonesia dan di luar negeri dengan gaya penulisan yang mudah dimengerti dan enak dibaca. Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto Nike, sebagian diantaranya dicetak full colour.
Buku ini diakhiri dengan sekilas petristiwa meninggalnya Nike, Acara doa bersama, show amal untuk Yayasan Nike Ardilla dan keinginan penulis agar NAFC (Nike Ardilla fans Club) tetap dipertahankan.
3. Napak Jejak Sang Mega Bintang Nike Ardilla (Armo Arief, Penerbit: PT. Dharma Kwarta Jayadani, Desember 1996)
Setahun setelah menulis buku Perjalanan Karier dan Rahasia Sukses Nike Ardilla, Armo Arief kemudian menulis kembali buku yang berjudul Napak Jejak Sang Mega Bintang Nike Ardilla.
Buku berukuran 20 X 20 cm ini mempunyai tebal 140 halaman. Isinya lebih padat dan lengkap dibandingkan dengan buku terdahulu. Buku ini juga lebih banyak memuat foto-foto bersejarah Nike.
Tujuan diterbitkannya buku ini menurut penulis adalah untuk memenuhi kerinduan para penggemar Nike, juga untuk napak jejak Nike yang pantas diteladani, baik dalam kegigihannya saat meniti karir, maupun dalam keperduliannya terhadap anak-anak penyandang cacat, dan anak-anak kurang mampu.
Buku ini memang menarik. Disamping kemasaannya yang ekslusif, isinya juga lebih lengkap. Tak hanya seputar karir, musibah kematian Nike, dan SLB, buku ini juga memuat surat-surat dan puisi dari para penggemar Nike.
4. Nike Ardilla (di Balik Tragedi Bintang Kehidupan) penyusun: Soekitjo JG & Abdullah Lahay, 1996
Buku setebal 131 halaman ini lebih banyak membahas peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa Nike. Detail kejadian kecelakaan, pengakuan para saksi mata dan hari-hari akhir Nike dijelaskan secara detail dan rinci.
Penulis juga mengungkapkan beberapa anggapan miring mengenai Nike yang beredar di masyarakat Indonesia dan penyelesaian kasus Nike di Kepolisian yang diadukan oleh sahabatnya sendiri.
Penulis mencoba menyentuh rasa kehilangan yang sangat mendalam dengan menceritakan jeritan kasih seorang ibu dan luapan kesedihan jutaan para penggemar Nike pada saat Nike dimakamkan dan ritual-ritual setelahnya.
Dari segi sosiologi, penulis mengutip beberapa pendapat para sosiolog kondang mengenai Nike yang fenomenal. Dibuku ini juga diungkap romantika kisah cinta Nike dalam sub judul Pacar yang ditinggal.
Dan sebagai penutup, buku ini juga membahas tentang keluhuran budi luar biasa Nike yang menyantuni SLB.
Demikianlah resensi mengenai ke-4 buku tentang nike

Kronologis Kejadian Kecelakaan Nike

HARI-HARI AKHIR KEKE
18 Maret 1995, Sabtu
06:00 : Nike Ardilla di rumah kontrakannya,
Jl. Mangga No.10A, Fatmawati-Jakarta Selatan.
Ia tampak kelelahan setelah syuting Trauma
Marissa II yang makan waktu sembilan jam dan
baru berakhir pukul 02.00.
Adegan terakhir Nike sebagai Marissa adalah
mengadili dokter Parsidi (drg. Fadly).
Ada sejumlah temannya berkunjung sejak dini hari,
yakni Deddy Dhukun, Rany Noor, Melly Guslow, Mona,
Nona, Anggun dan Fitri.
Malam itu, Nike tidak bisa tidur dan minta Nona
menemaninya nonton film Cinderella di video VHS
yang baru dibeli. Ia juga sempat minta dido’a kan
dan berpesan agar Fitri sepupunya yang ikut dia
dijaga baik-baik.
08:00 : Nike dan Sofiatun Wahyuni (Atun)
menuju lokasi syuting Warisan II di Jl. Atletik, Bogor.
Mobil Nike dikemudikan Alim, sopir yang
dipinjam pak David, tetangganya di Jl. Mangga.
10.00 : Tiba di lokasi syuting.
Nike langsung minta maaf kepada seluruh kru.
Ia juga memeluk Darto Joned. “Lama sekali,
sampai-sampai saya tanya,
Kenapa kamu?”, kata sang sutradara.
Ketika di make-up, tiba-tiba
saja Nike minta alisnya dirias bak Marlyn Monroe, idolanya.
12.30 : Syuting dimulai.
Nike mendapat jatah empat adegan.
Pertama terima telepon, disusul adegan
bertengkar dengan Bram (Tahta),
lalu makan sambil berdialog dengan ayahnya (El Manik).
Terakhir adegan turun tangga.
Nike sempat minta air jeruk, kecap, roti bantal.
Katanya untuk mengobati suaranya yang serak.
Ia juga minta rokok Marlboro kepada seorang kru,
padahal biasanya cuma menghisap Dunhil hijau.
Yang aneh saat syuting adegan bertengkar dengan Bram.
“Bagaimana mungkin satu scene yang mestinya rampung
setengah jam, makan waktu 3,5 jam” Tahta menceritakan kembali.
Menurut Tahta, berkali-kali Nike minta maaf
karena salah ucap. “Dia sering nambah-nambahin dialog.
Perkebunan jadi perkebunannan. Sebentar-sebentar
lihat skenario, seperti nggak ada yang nempel.
Saya sampai kehabisan akal.
Tapi anehnya para kru diam saja.
Padahal biasanya mereka suka nyeletuk.”
Menurut Tahta, pada adegan ketika ia memegang pundak Nike,
terasa begitu dingin tanpa ekspresi.
“Kata orang, yang saya hadapi sebenarnya bukan Nike lagi,”
ujarnya sambil merinding.

19.30 :
Syuting selesai.
Sebelum pamit ke Bandung, Nike sempat
memeluk Darto lagi. “Saya sempat mencegahnya
karena mengkhawatirkan staminanya,
apalagi esok paginya dia harus syuting lagi,” kata Darto.
Karena tak bisa mencegahnya, Darto cuma berpesan
supaya hati-hati. Sebelum pulang, lagi-lagi Nike
minta alisnya dirias seperti Malrlyn Monroe.
Selama perjalanan ke Bandung, Nike tak banyak bicara.
Alim yang nyetir, Nike dan Atun duduk di jok belakang.
23.00 : Di rumah, Nike sempat minta maaf kepada ibunya.
“Do’a kan Neneng (panggilannya di rumah), agar tetap sehat.
Kalau ada kesalahan, hampura (maafkan; Sunda) saja.
Selama ini Neneng sudah menyusahkan Papi-Mami,”
katanya, seperti ditirukan Atun. Ny. Nining Ningsihrat,
ibu Nike meng’iya’kan saja, tanpa firasat apapun.
23.30 : Nike dan Atun meninggalkan rumah.
Nike yang nyetir, sementara Alim disuruh istirahat
karena besok kembali ke
Bogor.
Ditengah perjalanan ke diskotik Studio East,
Nike ditelepon Eddy Bogel, fotografer Aneka.
Ia diminta langsung ke Hotel Jayakarta
di Jl. Ir. Juanda, karena teman-temannya dari Jakarta
ingin ke Diskotik Pollo di Jl. Asia Afrika.
Dan Nike sudah janji mengantar mereka.
19 Maret 1995, Minggu.

00.00 :
Nike dan Atun tiba di Hotel Jayakarta, Bandung.
Mereka langsung menuju Pollo dengan tiga mobil, bersama-sama
Eddy Bogel, Ari Sihasale dan seorang peragawati.
00.30 : Tiba di Pollo.
Nike bertemu dengan Titi Dj, Bucek Deep,
Lucy Dahlia dan lain-lainnya.
Malam itu Nike cuma pesan
orange juice, biasanya dicampur vodka.
Ia lebih banyak duduk sambil terdiam. “Saya dua tahun ikut dia,
jadi kenal betul kebiasaannya.
Nggak biasanya dia begitu,” kata Atun.
03.00 : Mereka meninggalkan Pollo.
Nike melihat ban kiri mobilnya kempes.
Denny Mukti membantunya memasang ban
cadangan yang lebih kecil dari ban lainnya.
Nike sempat diingatkan Denny agar hati-hati.
03.30 : Tiba di Restoran Kintamani, Jl. Lombok.
Nike sempat bilang sama Atun,
ingin makan makanan yang belum pernah ia makan,
Ia pesan sop jagung dan aqua.
Lagi-lagi ia banyak diam. Kepada Padma Sigit,
restauran captain, ia sempat bilang sambil menunjuk atap,
“Ada kucing.” Sigit cuma tersenyum.
04.30 : Keluar dari Kintamani.
Nike lebih dulu mengantar Eddy Bogel dan Ari Sihasale ke hotel.
05. 15: Meninggalkan hotel Jayakarta.
Dengan kecepatan sedang saja karena mobil terasa tidak stabil,
mereka menyusuri Jl. Ir. H.Juanda, lalu masuk Jl. Sultan Agung,
Jl. Trunojoyo, Jl. Aceh, dan Jl. RE Martadinata.
Jarak Hotel Jayakarta dengan lokasi kecelaka’an
sekitar 6,5 km saja. Tapi agak mengherankan, kecelakaan
itu terjadi sekitar satu jam kemudian.
Malam itu,penyanyi pop rock ini baru pulang dari pengambilan gambar sinetron “WARISAN” di Bogor,Jawa Barat.Tiba di bandung ia segera bergegas ke diskotik Studio East di Jalan Cihampelas yang sedang menyelenggarakan acara pemilihan Cover girl.Tapi rencana itu urung,karena acara sudah selesai.Dia belok ke Hotel Jayakarta dan baru kemudian ke diskotik “POLLO”.
Artis yang amat dipuja puja ABG ini pulang dini hari,menjelang fajar.Sebelum pulang,ia sempat makan bubur dan minum aqua.Nah,dalam perjalanan dari tempat ini,terjadi peristiwa nahas itu
.
Meski laju kendaraannya tak sampai 50 Km per jam,mobil tak stabil.Ada dugaan ban mobilnya kurang beres.Di jalan R.E.Martadinata,Nike yang mengendarai sedan Honda Genio D 27 Ak menyalip satu mobil.Mendadak dari arah depan muncul mobil lain dengan kecepatan tinggi.Nike membanting stir kiri dan menabrak tembok. Ia meninggal di mobil yang ia kendarai…disebuah ujung malam…….Nike dies instantly due to the serious head trauma.
Tidak ada jalan lain:Nike kudu dihabisi.
Seperti cerita cerita yang sudah beredar.
Nike tak mampu mengendalikan mobilnya,ketika berpapasan
dengan mobil Taft yang melaju kencang.
Disinilah peran “orang”nya Mr. X :
Membuat Nike kaget dan menjebak mobil pada posisi yang sulit!!!
Bagaimana hubungannya dengan Mr.X alias Cucu dari mantan …… ini?
Ini pengakuan dari beberapa triper yang cukup kenal dengan Nike.
Jauh sebelum kejadian, Mr.X naksir berat sama penyanyi ayu yang diorbitkan Deddy Dores ini. Berkali kali Mr. X merayu dan membujuk agar dia mau menjadi pacar atau simpanannya.Berulang-ulang pula Nike menampiknya.
Mr. X diisukan naik pitam.Bagai kisah kisah mafioso (mafia kali yah artinya,itu lho…yg suka ada di film2 Andy lau…) yang melibatkan boss besar,kejadian ini harus diselesaikan.
Pendeknya Mr. X tidak bisa menerima gelora asmaranya ditolak mentah mentah oleh seorang mojang bau kencur itu. Maka dibuatlah skenario kecelakaan.Rencana ini memakan proses panjang.
Meski Nike menolak cintanya
Ringkas cerita:Tidak ada jalan lain,Nike kudu dihabisi.Seperti cerita cerita yang beredar,anak ini tak mampu mengendalikan mobilnya ketika berpapasan dengan mobil taft berwarna merah yang sedang melaju kencang.
Disinilah peran orangnya Mr. X :Membuat Nike kaget dan menjebak mobil pada posisi yang sulit.
Sampai sekarang,tak pernah ketahuan siapa yang mengemudikan kendaraan itu.Beda halnya dengan pengemudi yang hendak disalip oleh Nike.Ia malah sudah memberikan kesaksian kepada wartawan.
Misteri Hard Top Merah
Yang mencurigakan dibalik kematian Nike Ardilla yakni munculnya legenda Hard Top merah yang tiba-tiba memepet mobil Nike.Anehnya versi resmi yang dilansir polisi,tak ada cerita Hard Top.Yang ada mobil Taft yang melaju dari depan yang menyebabkan mobil Genio yang dikemudikan Nike terpelanting lalu menabrak tembok.
Bagaimana dengan teka-teki Hard Top yang menurut sejumlas saksi mata tampak dikemudikan lelaki berambut cepak? Hingga kini misteri Hard Top merah itu masih menjadi teka-teki. Sejauh mana kemungkinan Mr.X berada dibalik kematian Nike Ardilla? Atau apakah benar saat meninggal Nike itu dalam keadaan mabuk? A Hon,produser Nike dari Music Plus membantah keras. �Nggak,nggak Nike tak pernah mabuk,� kata A Hon.
Misteri Hard Top yang menyeruduk pun tak diketahui.Betul-betul kasus yang misterius, adanya Jeep Hard Top merah yang memepet Genio Nke. Nah,teka-teki Hard Top Merah itulah yang sampai sekarang tak berkesudahan.Artinya benar atau tidaknya,belum pernah dikorek lagi kebenarannya.
Yang jelas kondisi Nike memang nyaris sekarat.Diperkirakan kepala Nike membentur tembok yang ditabraknya hingga telinga dan kepalnya mengeluarkan darah segar. Darah segar pun membasahi jok mobil Nike,sedangkan Atun tak sadarkan diri.
Ketika ditanya apakah Nike Ardilla pernah datang lewat mimpi nggak?
Ibu Nike : “Kalau dulu sering, dia suka bilang (dalam mimpi), jangan dipikirin karena Neneng sudah taqdirnya”

06.15 :……………………………………….
Bagaimana hubungannya dengan Arie Sigit alias Cucu dari mantan presiden Soeharto ini?
Ini pengakuan dari beberapa triper yang cukup kenal dengan Nike.
Jauh sebelum kejadian,Arie Sigit naksir berat sama penyanyi ayu yang diorbitkan Deddy Dores ini.Berkali kali Arie merayu dan membujuk agar dia mau menjadi pacar atau simpanannya.Berulang-ulang pula,Nike menampiknya.
Arie diisukan naik pitam.Bagai kisah kisah mafioso (mafia kali yah artinya,itu lho…yg suka ada di film2 Andy lau…) yang melibatkan boss besar,kejadian ini harus diselesaikan.
Pendeknya Arie tidak bisa menerima gelora asmaranya ditolak mentah mentah oleh seorang mojang bau kencur itu. Maka dibuatlah skenario kebelakaan.Rencana ini memakan proses panjang.
Meski Nike menolak cintanya,tetapi soal obat dia ketagihan.Ada dugaan yang memperkenalkan Nike kepada pil gedek ini juga Arie.
Ringkas cerita:
Tidak ada jalan lain,Nike kudu dihabisi.
Seperti cerita cerita yang beredar,anak ini tak mampu mengendalikan mobilnya ketika berpapasan dengan mobil taft berwarna merah yang sedang melaju kencang.Disinilah peran orangnya Mr.X : Membuat Nike kaget dan menjebak mobil pada posisi yang sulit.Sampai sekarang,tak pernah ketahuan siapa yang mengemudikan kendaraan itu.Beda halnya dengan pengemudi yang hendak disalip oleh Nike.Ia malah sudah memberikan kesaksian kepada wartawan.
Sejak kejadian itu…..Nike pun tak bisa lagi melantunkan tembang tembang melankolisnya…..
Benarkah cerita miring itu?Memang sulit dilacak kebenarannya.Menurut sumber yang pernah ddkat dengan Arie,kemungkinan besar cerita itu ada benarnya,”Semua orang di lingkugan sudah tahu.Lingkungan pergaulannya memang begitu,”

Kematian (muda) Poppy Mercury,Andy Liani, Abiem Ngesti, Alda Risma dan Ryan Hidayat

Mungkinkah masih akan ada nama dari blantika musik Indonesia yang akan mampu menciptakan fenomena yang pernah diciptakan  Nike? Hanya waktu yang akan mampu membuktikannya. Melihat dominasi penyanyi perempuan ditanah air yang baik musik dan penampilan yang hampir seragam, seperti akan sulit untuk kembali menyaksikan fenomena serupa.

Dari sisi genre musik, Nike cenderung mengusung musik Pop Rock bertempo slow karya yang sangat khas dari Deddy Dores dengan lirik-lirik mengharu biru.

Nike cenderung bergaya perempuan manis yang feminim yang ekspresif, Nike terpaksa harus meninggalkan hingar bingar musik Indonesia pada saat mereka masih berada dipuncak popularitas mereka. Pada usia yang masih sangat muda yaitu sembilan belas tahun, Nike meninggal dunia pada sebuah kecelakaan jalan raya di Bandung.
Nike Ardilla meski telah tiada selama lebih dari sepuluh tahun, tetapi namanya masih tetap berkibar di dunia hiburan tanah air. Peringatan tanggal kematiannya dan hari Ulang Tahunnya masih tetap mendapat liputan esklusif dari banyak media. Album-albumnya yang kemudian diproduksi ulang masih tetap mampu terjual dengan angka yang fantastis. Kematian tidak membuat popularitas Nike pudar, tetapi tetap bersinar dan mungkin akan abadi.


nikea3a.jpg pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu : Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.

Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, ditengah perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata dan Nikepun tewas seketika.
Masalahnya mobil siapa yang mengagetkan  Nike ??

Nike Ardilla Interview TV3 Malaysia – YouTube


Nike Ardilla Interview TV3 Malaysia







hamba tuhan
Kematian Artis Diratapi Melebihi Ulama Sunni…

Selam` sejarah entertainment Indonesia ada, hanya Nike Ardilla artis satu-satunya yang mendapatkan penghormatan paling tinggi dimana setiap tanggal kelahirannya dan kematiannya selalu diperingati

Boleh dikatakan hanya Nike Ardilla artis dengan pengaruh besar di industri hiburan Indonesia bahkan Asia. Nama Nike Ardilla mungkin bisa disejajarkan dengan Bruce Lee

.

Tokoh Sunni Yang Terlahir Di Kebudayaan Pop Zaman Soeharto Yang Tidak berhukum Dengan Hukum Allah SWT

Adalah seorang George Quinn, Dekan dari Fakultas Studi Asia di Universitas National Australia. Quinn melakukan penelitian tentang kebiasaan orang Jawa yang melakukan ziarah. Dan penghormatan biasanya dilakukan masyarakat Jawa kepada para orang suci muslim seperti Wali Songo. Dan melihat penghormatan dan banyak bukti-bukti, hanya Nike Ardilla tokoh yang lahir di kebudayaan pop yang memiliki atau mempunyai penghormatan setara dengan para Wali Songo tersebut yang lahir di kebudayaan Gamelan. Setiap tahun bahkan sampai 15 tahun wafatnya Nike Ardilla.
Ribuan bahkan jutaan orang telah melakukan ziarah baik itu sehari-hari atau setiap tanggal kematiannya dan tanggal kelahirannya Nike Ardilla. Maka dengan hal tersebut dapatlah di sebutkan kalau hanya Nike Ardilla yang menjadi bukti kegemilangan budaya pop. Dimana semenjak awal kariernya gambar Nike menghiasi ruang publik, baik itu kafe, bus, tv, sekolah, dll. Bahkan setelah kematiannya pun nama Nike Ardilla masih mengisi ruang-ruang publik buktinya, tempat-tempat suci didirikan seolah-olah mentasbihkan kalau Nike Ardilla adalah pahlawan dan tokoh baru di zaman ini, Nike Ardilla resto and Gallery dibangun untuk mengenang tokoh paling bersinar abad ini di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Bagaikan musium, makamnya selalu ramai dikunjungi semua kalangan. Tidak salah lah kalau George Quinn mentasbihkan Nike Ardilla setara dengan Para wali. 15 tahun kematiannya masih mampu mengisi ruang-ruang publik hingga saat ini

Pengaruh

Tak lama setelah kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Week menafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir “In Dead She Soared” atau “Dalam Kematian Dia Bersinar”. Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.
=================================
SURAT YANG DiTULiS NikE :
“Ya Allah, Nike mau minta tolong mudah-mudahan Nike sukses dalam karier dan kehidupan Nike.Nike tahu,Nike banyak dosa.Semoga Allah maafin Nike.Nike sekarang udah punya cowok baru.Mudah-mudahan Nike ada di dekat Allah dan Allah ada di dekat Nike dan keluarga Nike.Amien. Kalau ada orang yang mau jahat pada Nike,tolong dong lindungin Nike.Nike takut banget. Sumpah,Nike sekarang sedang tidak punya uang.Berilah Nike pekerjaan dan rezeki yang banyak�yach�yach? Gimana si doi lagi marah ama gue ya nggak?…………”
.
Itulah sebagian catatan curahan hati Nike Ardilla yang ia tuliskan diatas selembar kertas. Isinya rata-rata berupa pengaduan dari berbagai masalah yang dihadapinya.Dari soal kehilangan cincin,sampai soal cinta.
.
Cerita Nining sang ibu, tak ada firasat buruk sebelum anaknya meninggal. Cuma sehari sebelum meninggal, anaknya itu sempat meminta maaf padanya ketika hendak bepergian. Neng (panggilan akrab Nike) sempat meminta maaf pada saya. Dia minta maaf karena selama ini bohong sama saya. Misalnya, bilang mau syuting, padahal main. Bilang mau pemotretan, padahal jalan-jalan. Sang ibu waktu itu sempat menimpali. Bagaimana mau masuk surga, kalau Neng banyak dosa sama mamih? Kala itu dia sempat pula bilang tak akan keluar malam lagi. Dia bilang, ini acara keluar malamnya yang terakhir, gumam Nining
.
Dari sejumlah info yang kami kumpulkan, kami tarik kesimpulan bahwa menjelang kematiannya :
  1. Menjelang kematiannya, Nike Ardilla berada dalam keadaan ketakutan karena ada orang yang mau berbuat jahat padanya
  2.  Nike Ardilla menyadari dirinya semasa hidup banyak dosa, walaupun demikian Nike berharap bisa dekat dengan Allah sehingga Allah mau memberi perlindungan padanya dan memaafkan dosa dosanya
Malam minggu di Bandung .
Nike pukul 23.00 pamit pada mereka berdua. Sang ayah yang sudah biasa melihat Nike keluar malam, tak pernah keberatan lagi. “Ya biasa, anak muda” ujarnya lirih. Hanya sejak beberapa bulan lalu, Nike sering meminta maaf atas segala kesalahannya. “Nike minta maaf, karena saya ada salah” ucap Nike, seperti ditirukan ayahnya. Kedua orang tuanya pun bingung., karena tidak merasa putri bungsunya itu berbuat salah pada mereka.
Petugas dari Polres Bandung Tengah, sertu sudarta, yang menangani kecelakaan nike ardila, mengatakan tidak menemukan obat terlarang atau minuman keras di mobil yang dikendarai Nike.
Polisi tanggap terhadap berbagai suara di masyarakat tentang kecelakaan tersebut. Kapolwitabes Bandung, Kolonel Pol. Drs. Didi Widayadi mengatakan agar orang tidak menduga macam-macam atas kematian penyanyi Nike Ardila. Berdasar penyelidikan polisi, kematian artis tersebut disebabkan kecelakaan tunggal artinya, kematian Nike karena kecelakaan diri sendiri yang menyebabkan kematian orang itu.
“Sederhananya, Nike menabrak kemudian meninggal,” kata Didi Widayadi, kepada wartawan di sela-sela acara peringatan hari ulang tahun sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri di Lembang Bandung, Senin (20/3).
“Dalam tas Nike hanya ditemukan sejumlah kosmetik dan pembalut wanita,” ujar Sertu Sudarta.
Selasa 21 Maret lalu, sebenarnya Nike shooting video klip versi lain lagu Sandiwara Cinta dengan Broadcast Design Indonesia. Album terbarunya itu yang masih dibawah garapan si tangan dingin Deddy Dores baru beredar. Malah Rabu besoknya, ia (Nike) semula akan menuju Malaysia untuk menerima penghargaan untuk albumnya yang laris disana.
Mampir sebentar mengantar Ari & Eddy ke penginapan mereka di Hotel Jayakarta. Nike dan Atun lalu ke rumah makan Kintamani di Jl. Lombok dan pulang menjelang pagi. Karena letak rumah makan Kintamani dengan tempat kejadian tak jauh, jelas bahwa Nike sudah tancap gas sejak berangkat.
Menyusuri JL. Riau (kini Jl. RE. Martadinata) berkecepatan sekitar 100 km/jam dipagi hari sekitar pukul 06.00, mobil biru metalik Nike bernomor polisi D – 27 – AK oleng, lalu menabrak pagar dan bak sampah sebuah rumah. Nike yang tak memakai sabuk pengaman, pecah seketika kepalanya dengan kedua tangannya ke atas seolah ingin menutup wajahnya dari pecahan kaca. Dengan darah terus bercucuran dari kepala dan telinganya. Nike tewas saat itu juga!
Di tas Nike yang malam itu memakai t-shirt merah, celana jins biru dan sepatu kets merah, ditemukan agenda pribadi, hp, kosmetik dan topi.
Hari kematian…

Setelah divisum luar di RS. Hasan Sadikin dan disemayamkan di rumah duka Jl. Parakan Saat No.37 Minggu siang lalu (19/03) Nike dikebumikan di Desa Imbanegara, Kabupaten Ciamis, 180 km timur Bandung.
Kusnadi Ayah Nike Ardilla saat itu berusah melayani setiap tamunya yang hendak memberikan belasungkawa atas meninggalnya nike. Kata Kusnadi, rencananya Nike Ardilla akan masuk pondok pesantren di Tasikmalaya, tanggal 20 maret 1995. Namun sebelum niat itu terlaksana, Nike sudah dipanggil Tuhan.
Ada desas-desus yang meyakini kematian tak wajarnya merupakan buah dari pembunuhan yang direkayasa. Konon, sebelum mobil berpelat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah, ada sebuah mobil yang berjalan sangat pelan di depannya. Ketika hendak menyalip, mendadak muncul mobil Taft dari arah berlawanan. Kasus ini akhirnya kembali dikait-kaitkan dengan pembunuhan terrencana yang melibatkan tokoh-tokoh penting di belakangnya. Kisah sabotase juga dicuatkan oleh kondisi ban mobil Nike yang lebih kecil dari ukuran standar. Hal ini diduga telah di-setting oleh pihak tertentu.
Waktu meninggalnya pun simpang siur. Ada yang menganggap, Nike mengalami kecelakaan pukul 3 dini hari. Namun ada pula yang menyebutkan Nike mengalami tabrakan menjelang pukul 6 pagi. Beberapa saksi mata menyebutkan, Nike meninggal di tempat kejadian perkara. Namun, banyak pula yang mengklaim kematian itu terjadi setelah Nike yang mengalami luka di kepala dan dada berhasil mendapat pertolongan di rumah sakit.
Kesimpangsiuran kematian Nike membuat kontroversi semakin runcing. Media-media menurunkan beritanya sebagai headline. Asia Week sampai menyebutnya ‘In Dead She Soared’. Beberapa tabloid mencapai tiras tertinggi setelah mengulas tragisnya sang bintang yang mati muda.
Gilanya, mobil yang ditumpangi saat kecelakaan pun dilelang dan ditebus seorang penggemar dengan angka 100 juta. Sebuah nominal yang amat tinggi pada zamannya. Dan, yang membuat nama Nike benar-benar layak dianggap sebagai bintang, lahirlah Nika Ardila fans club yang setia menziarahi makamnya tepat saat ulang tahun dan hari kematian. Bahkan, 19 Maret 2010 lalu, pada peringatan 16 tahun kematian penyanyi Mama Aku Ingin Pulang ini, penggemar yang datang dari luar negeri pun masih rela mendoakan dan menyambangi rumah abadinya.
Ya, meski mati muda, Nike masih berjaya. Sepanjang kariernya yang singkat, ia telah membukuka total menjualan album lebih dari 25 juta keping. Video klip Sandiwara Cinta merupakan videoklip terakhir yang dibintanginya. Oleh Rizal Mantovani, sang sutradara, klip yang digarap 10 hari sebelum kematiannya, dijadikan video dukumenter.
Yang menarik..Nike selalu mengadu kepada Tuhan. Dari situ bisa diketahui, si Neng sebetulnya ingin selalu berada dekat dengan Tuhan.Ini sejalan dengan ucapan Ny.Nining,ibunda Nike, “ Si Neng itu taat sembahyang”
Ketika di wawancarai di bilik penginapannya di Malaysia di penghujung 1994, Nike ardilla belum puas atas semua kesuksesannya. Dia berhasrat mendirikan sebuah sekolah agama (pesantren Nur Ardilla) selain juga mengikuti les Bahasa Inggris dan Jepang. Pada ketika itu Nike baru 3 bulan mengikuti kursus Publick Relation, yg diharap dpt menjadi aset mewujudkan kedekatannya dgn penggemar. Dia juga berandai-andai ingin menjadi menteri meski ia tergolong artis mewah. “Saya ingin menjadi menteri yg ada kaitannya dgn masyarakat. Tidak salahkan artis punya cita-cita begitu kerana ia katakan terbanglah jika kita tidak sampai ke bulan paling tidak kita akan terjatuh diantara bintang-bintang, pertahankan ” katanya.
Dlm kesibukannya sbg artis sebisa mungkin dia mahu menjaga sholat lima waktu. Ketika promosi peluncuran album Duri terlindung, seharusnya bermula jam 3 petang tapi dilewatkan ke jam 3.30 kerana Nike mau Sholat Djuhur dulu. Ini disebabkan pesawat yg ditumpangi Nike dari Singapura terlambat tiba. Suatu ketika setelah selesai memberikan sepatah kata, Nike bertanya pada penulis dimana letaknya Surau. Ketakwaannya itu jelas kerana sehelai sejadah yg senantiasa dibawanya.
Hidup dan mati seseorang pada kuasa Allah, semua yang hidup pasti akan kembali kpd sang penciptanya,di balik kejadian dan di balik musibah itu ada hikmah yang mendalam,mungkin saja Alloh itu sayang kepada Almh Nike dan pada saat kejadiaan yang yang merengut nyawanya itu sudah takdir dari Allah, Almh Nike sedang mencari rizki untuk keluarganya walaupun melalui jalan YANG HARAM yaitu menjadi artis mendedah aurat, namun Tuhan bekendak lain di tahun 1995 Almh harus pergi untuk selamnya, mestinya kita mendoakan beliau dengan ikhlas dan memaafkan segala kesalahannya,justru fitnah itu sangat kejam dari pada pembunuhan
Majalah Forum Keadilan  pernah mewawancarai Nike beberapa bulan sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Nike ditemui disela-sela syuting sinetron Trauma Marisa di Bilangan Utan Kayu, Jakarta Timur.
Waktu itu wajah Nike nampak pucat dan suaranya serak. Katanya ia sedang flu dan sariawan.
Sri Raharti dari majalah Forum dalam awal pertanyaannya adalah sekitar hobby Keke ke diskotik.
Nike menjawab bahwa orang-orang yang mengatakannya itu adalah sirik saja. “Mentang-mentang Keke artis, terus Keke gak boleh main ke disko? Gue kan masih muda,” kilahnya
.
Nike menolak tuduhan kalau ia pergi ke disko hampir tiap malam. Paling kalau lagi suntuk, stress sehabis syuting, ia main ke diskotik. “Buat ngilangin stress dan ketemu teman. Pokoknya cari suasana lain, Gue nggak munafik,” kata Nike.
Keke menjelaskan tentang suaranya nggak bagus lagi,gara-gara banyak merokok dan suka teler. Waktu ia manggung di Surabaya, dimana ia lagi batuk, jadi suaranya serak
.
Tadinya ia mau menunda konser itu, tapi sudah kepalang dijual karcisnya, jadi terpaksa keke nyanyi. Memang suaranya nggak bagus, tapi bukan karena teler. “Enak saja orang bicara. Kalau Nike suka merokok, lantas dianggap melanggar hukum. Artis lain juga suka minum, merokok, kok nggak diomongin?”tangkisnya.
Hanya Tuhan Yang Tahu

Soal tidak pernah menjelaskan hal ini, Nike menganggap tidak perlu. Biarin orang bicara. “Yang tahu bagus jeleknya Keke, Cuma Tuhan. Soal orang-orang ngomongin yang nggak-nggak, emangnya Keke pikirin?”katanya. Nike merasa tidak terganggu dengan omongan itu, apalagi dengan karirnya. Buktinya tawaran sinetron tetap banyak. Dalam sinetron, Keke selalu mendapatkan peran sebagai orang yang baik. “Kali tampang gue tanpa dosa,” komentarnya terkekeh-kekeh.

Gaya Nike yang dianggap Vulgar
Menyinggung tentang gaya Keke di majalah Utusan Radio dan TV Malaysia (URTV) dianggap terlalu vulgar, Nike berkomentar, bahwa ia nggak begitu mengerti tentang tuduhan itu. Menurut Nike baju yang dipakai itu biasa-biasa saja. Nike pakai celana pendek. Biasanya juga kalau lagi show, Nike suka pakai kostum semacam itu. “Masa gara-gara pakai baju itu,saya terus dibilang Bom-Sex, ih.amit-amit!.”
Adapun banyak pose Keke yang nada berani di beberapa majalah,ia balik bertanya. “Memangnya nggak boleh? Namanya juga anak muda. Keke kan model, jadi harus professional. Kalau kita punya badan bagus kan wajar ingin menampilkannya sama orang lain. Kayak Marilyn Moenroe gitu, ha…ha…ha …,” katanya terbahak.
Keke memang suka banget dengan Marilyn Moenroe, bintang terkenal Hollywood yang tewas menenggak pil tidur berlebihan, ketika ia dalam puncak ketenarannya.
Dia menjadi idola Keke, sampai poster-posternya menyolok menghiasi kamar tidur Keke. Nike tidak pusing atas keberatan dari orang-orang karena pose-posenya tubuhnya yang dianggap menyolok . Malahan katanya, itu lebih bagus, sebab sudah lama ia tidak diomongin orang.
Pokoknya,ia katanya sudah bekerja keras dan bagus,juga nggak merugikan orang lain. Hasil yang didapat Nike dari karya-karyanya itu, ia belikan tanah dan mobil, ada juga tabungan. Yang menangani manajemen kegiatannya adalah ayahnya sendiri. Maunya Nike mencari manajer yang seperti di luar negeri. Tapi di Indonesia, nggak ada manajer kayak gitu katanya. “Kita yang kerja keras, mereka malah nyomotin hasilnya.”
Kalau karya-karya Nike sudah tidak laku lagi,berarti ia tidak popular lagi.Bila sudah demikian maka Nike akan kawin saja.
Sebenarnya Keke ingin sekolah lagi. “Maunya ngambil jurusan hukum, tapi katanya susah. Malah ada temen Keke yang saking kesalnya ngapalin buku, terus buku itu dibakar,hahahahhaha.”
Mestinya kita menggenang kebaikkannya juga jiwa sosial yang sangat tinggi karena baiknya juga ketulusannya Almh di panggil Allah karena Allah sayang kepadanya.
biarkan nike beristirahat dengan tenang. cukuplah kita mengenang akan semua kebaikannya dan berdo’a untukny semoga Allah memberi tempat terbaik di sisiNya. amin…!!!
Selamat jalan teman…damai selalu bersamamu.
.
ATUN KAWAN AKRAB NIKE ARDILA
Atun sebagai puteri bungsu (ketujuh) dari Suranto (54) dan Letda I Pol. Marsinem (52) adalah berangkat dari keluarga sederhana dan badannya subur. Selintas mirip Atun-nya sinetron Si Doel Anak sekolahan. Bukan saja badannya kayak cowok, namun suaranya berat seperti cowok.
Tempat tinggal Atun tak jauh dari Nike.. la hidup numpang di rumah kakaknya di Flat Sarijadi elok D lantai 2 No. 92, Bandung.Nike sering main di rumahnya Atun. Atun dan Nike memang seakan tak bisa dipisahkan. Sehingga wajar saja kalau banyak kenangan yang tentu sulit dilupakan Atun.
Kalau Nike pulang dari luar negeri, ia selalu membawa oleh-oleh buat Atun, seperti: parfum, pakaian, sepatu atau jam tangan.
Semua pemberian Nike itu masih disimpan baik, sebagai bukti kesetiaan persahabatan mereka. Semua hadiah itu tak pernah diminta Atun, Nike sendiri yang dengan ikhlas memberinya. Sejak jadi sekretaris pribadi Nike, pendapatan Atun cukup lumayan, meskipun ia tidak digaji tetap. “Waktu lebaran Atun diberikan uang sebesar Rp.600.000,” ungkap Atun.
Atun baru tahu kalau Nike telah meninggal dunia, dua hari setelah peristiwa itu terjadi. Yang memberitahu justru fans Nike, bukan dari keluarganya atau keluarga Nike. Mereka berusaha untuk menyimpan rahasia itu sampai Atun sehat benar. Mendengar berita ia kaget dan seakan tidak percaya. Lalu ia menangis.
ATUN: “UNTUNG SAYA TIDAK KEHILANGAN IDENTITAS”
Sosok Sofiatun Wahyuni atau Atun,yang beberapa tahun lalu ( Thn.1995-an),selalu diuber uber wartawan.Atun jadi terasa “mahal” kala itu,karena ialah orang terakhir bersama Nike,sebelum Honda Genio D 27 Ak yang mereka tumpangi menamatkan hidup Nike.Waktu itu Atun yang jadi asisten pribadi almarhumah.
“Banyak wartawan yang cuman mengarang
cerita bohong demi kenaikan oplah
.Bahkan foto orang lain pun dipasang di cover
dan dinyatakan diri saya.Yang benar saja,” kenang Atun sinis.
Dimana Atun sekarang dan jadi apa setelah Nike “sang patron” sudah tak ada?
Gadis asal Yogyakarta bertubuh gemuk ini,memang masih tinggal di Bandung.Tapi hidupnya banyak berubah sejak 19 Maret 1995.” Saya sekarang belajar fotografi di jalan Riau,”Atun memberi tahu.Jelas sudah tak ada wartawan yang mencerewetinya dan tak ada lagi fotonya di media cetak.
Sepertinya Atun punya “harga” ketika berita mengenai Nike masih laku dijual,dan tidak diperdulikan ketika ada berita lain yang lebih hangat.
Menyesalkah Atun? ” Menyesal sih tidak,”jawab Atun dengan suara yang berat.Atun hanya mengherankan ketidak etisan banyak orang. “Sekarang saya tidak mengharap dianggap penting,cuma mengapa dulu mereka tega betul memburu saya tanpa memikirkan perasaan saya?” Atun mencoba menguraikan isi hatinya.Padahal dulu,Atun mengalami guncangan hebat.
Pertama,ia mengalami luka fisik dan baru selesai dirawat di RS.Santo Yusuf.Kedua,Atun masih belum percaya sahabatnya sudah meninggal dengan cara yang demikian tragis.Dalam kondisi selemah itu,Atun dikejar dan kemudian,karena banyak yang tak dapat menemuinya,Atun terpaksa harus membaca berita miring mengenai Nike yang dikaitkan dengan dirinya.
Meski banyak yang hingga kini tak berkenan dihatinya sehubungan dengan cara orang orang menghadapi kematian Nike,Atun Cuma bisa pasrah. “Untung saya tidak sampai kehilangan identitas,meski nama saya selalu diidentikan dengan nama Nike.Waktu itu seolah saya ada karena Nike.Padahal saya kan saya,punya kelebihan dan kekurangannya sendiri,” urai Atun.
Diluar keinginan dan tekadnya untuk mandiri sebagai Atun yang bukan sekedar orang terakhir di samping Nike,Atun mengakui peran besar Nike dalam dirinya.
“Susah membayangkan bagaimana Nike artis yang cantik
dan laris,mau berteman dengan saya
yang bukan dari golongannya.
Itulah kelebihan Nike:baik hati.
Apa sih yang ngak dia kasih ke saya dan teman teman,
meski kita nggak pernah minta?” tutur Atun.
Sekian lama bersahabat,baik Atun dan Nike tahu betul perangai masing masing.
Menurut Alan sang Abang kandung Nike, semasa hidup Nike tergolong tipe orang dewasa. Padahal umurnya di bawah saya. Malah bisa dibilang dia itu lebih dewasa dari saya. Mungkin ini karena dia bergaul dengan banyak orang. Nike juga sering mengajarkan saya bersosialisasi. Baru setelah dia meninggal, saya menyadari ilmu yang diajarkan itu ternyata sangat berguna, papar Alan. Di mata sang ibunda, Nike tergolong anak yang sangat manja. Maklumlah ia anak bungsu dan satu-satunya anak perempuan. Saking manjanya, walau sudah cukup dewasa, Nike tidur bersama kedua orangtuanya. Nike juga tipikal gadis pemurah. Kepada siapapun ia sering memberi. Apalagi pada orangtuanya
makam_nike21.jpg
.
Kematian
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal. Mobil Honda Civic berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan RE. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya.
Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus.
Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.

Sabtu, 04 Juli 2009

SELESAIKAH KASUS BINTANG?

 
Selain menuntaskan kasus kecelakaan yang dialami almarhumah Nike Ardilla,pihak kepolisian dan kejaksaan sebenarnya masih menangani perkara tuduhan penganiayaan yang dilontarkan kepada sang bintang itu dikala ia masih hidup. Namun berhubung Nike Ardilla telah tiada,maka secara hukum segala tuntutan yang bersifat pidanya kepada dirinya,gugur atau batal dengan sendirinya.
Kapolresta Bandung Tengah Let.Kol.Pol. Ade Rahardja maupun Kajari Bandung,menegaskan penyidikan kasus Nike Ardilla tidak akan diteruskan ke meja hijau dan dianggap selesai. �Berhubung Nike telah meninggal dunia,maka dengan sendirinya tuntutan hukum yang akan dijatuhkan kepada artis ini di pengadilan otomatis gugur dengan sendirinya,� kata sebuah sumber di kejaksaan Negeri Bandung.
Nike terdaftar sebagai tersangka sehubungan dengan kasus penagniayaan dan obat-obat terlarang.Perkaranya kini sudah masuk PK-1. Waktu itu penyidikan perkara itu oleh polisi dimulai tanggal 24 Desember 1994,namun pada tanggal 6 Januari 1995 berkas perkara yang sudah diserahkan kepada kejaksaan itu dikembalikan lagi kepada pihak kepolisian,karena masih ada kekurangan-kekurangan dan hingga sekarang belum diserahkan lagi kepada Kejaksaan Negeri Bandung
.
Demikian hingga saat ini nama baik Nike masih tetap bersih dan dianggap tidak bersalah,ujar Himawan Keswara.SH.(Kassie Tindak Pidana Umum).